Posted by keratonJava@gmail.com, 21 March 2014

Pada artikel ini akan dijelaskan secara lebih mendalam tentang pembagian waktu dalam sistem Kalender Jawa. Dalam kalender Jawa Tahun bukanlah satuan waktu terpanjang, di atas tahun itu masih terdapat Windu dan Lambang.

Lambang

Lambang merupakan jarak waktu 8 tahunan, terdapat 2 macam Lambang :

  1. Langkir (8 tahun)
  2. Kulawu (8 tahun)

Siklus total dari Lambang adalah 16 tahun. Pergantian antara satu Lambang dengan Lambang yang lain ditentukan pada setiap tanggal 1 sura tahun Alip (Lihat sistem tahun).

Windu

Sama seperti lambang, windu mempunyai jarak waktu atau umur 8 tahun, terdapat 4 macam Windu.

  1. Adi (8 tahun)
  2. Kuntara (8 tahun)
  3. Sengara (8 tahun)
  4. Sancaya (8 tahun)

Siklus total dari seluruh windu adalah 32 tahun. Pergantian antara satu windu dengan yang lain adalah sama dengan lambang yaitu dimulai dari tahun Alip dan berakhir pada tahun Jumakir. Bila di gabungkan antara lambang dan windu maka siklus keduanya adalah sebagai berikut : Windu Adi, lambang Langkir -> Windu Kunthara, lambang Kulawu -> Windu Sengara, lambang Langkir -> dan Windu Sancaya, lambang Kulawu. 

Masing-masing Windu memiliki arti sendiri-sendiri. Windu Adi memiliki artu utama, Windu Kuntara memiliki arti kelakuan, Sengara dapat berarti banjir sedangkan Sanjata adalah kekumpulan (persahabatan).

Tahun

Terdapat 8 macam tahun menurut kalender jawa, 8 tahun ini memiliki umur antara 354 dan 355 hari

  1. Alip (354 hari)
  2. Ehe (355 hari)
  3. Jimawal (354 hari)
  4. Je (355 hari)
  5. Dal (354 hari)
  6. Be (354 hari)
  7. Wawu (354 hari)
  8. Jimakir (355 hari)

Jumlah hari pada table diatas tidaklah mutlak, karena pada akhirnya untuk menentukan tanggal 1 Sura, biasanya penanggalan jawa mengikuti sistem Hijriah. Seperti halnya Windo setiap tahun memiliki arti sendiri : Alip berarti mulai berniat, Ehe artinya melakukan, Jimawal artinya pekerjaan, Je artinya nasih, Dal artinya hidup, Be artinya selalu kembali, Wawu artinya kearah dan Jimakir artinya kosong.

 Bulan

Seperti bulan Hijriah atau Masehi, maka penanggalan Jawa juga menganut sistem dengan 12 bulan, jumlah harinya antara 29 dan 30 (mengikuti siklus bulan).

  1. Sura (30 hari)
  2. Sapar ((Dal) 29/30 hari)
  3. Mulud (30 hari)
  4. Bakdamulud (29 hari)
  5. Jumadilawal ((Dal) 29/30 hari)
  6. Julmadilakhir ((Dal) 30/29 hari)
  7. Rejeb (30 hari)
  8. Ruwah (29 hari)
  9. Pasa (30 hari)
  10. Sawal (29 hari)
  11. Sela (30 hari)
  12. Besar (29/(Tahun kabisat) 30 hari)

Terdapat bulan yang berubah jumlah harinya berdasarkan tahun Dal atau tidak : Sapar, Bakdamulud, Jumadilawal, Jumadilakhir. Dan ada juga yang berubah karena merupakan tahun kabisat yaitu Besar.

 


Tagged with : kalender jawa