Posted by keratonJava@gmail.com, 02 June 2014

Tanggal satu suro menandakan awal tahun baru dalam kalender jawa. Tanggal ini bertepatan dengan 1 Muharram yang juga merupakan tahun baru Islam. Dalam tradisi masyarakat Jawa, satu suro memiliki makna tersendiri, dan di banyak daerah satu suro ini diperingati dengan berbagai macam kegiatan.

Artikel berikut ini mencoba untuk menjabarkan kegiatan-kegiatan untuk memperingati malam satu suro. Karena dalam kalender jawa (dan islam) permulaan hari adalah setelah mahrib.

Tapa Bisu

Ritual tapa bisu dilakukan menjelan dini hari dengan cara mengelilingi benteng keraton dengan tetap membisu. Ini dilakukan untuk mawas diri dan merenung mengenai hal-hal yang telah dilakukan selama satu tahun sebelumnya, selain itu perenungan ini juga dilakukan untuk berpikir mengenai hubungan manusia dengan Tuhan YME.

KungKum

Kungkum atau berendam di sungai atau di sendang air, dilakukan untuk membersihkan badan sambil merenung.

Kirab KeboBule

Kebo Bule atau Kerbau albino adalah binatang peliharaan keraton. Kirab kebo bule dimulai biasanya pada malam hari, dimana sang kerbau tanpa digiring oleh siapa pun akan berjalan ke halaman keraton. Orang-orang akan ramai untuk mengikuti kebo-kebo bule tersebut.

Lek lek an

Leklekan dapat diartikan begadang, ini dapat dilakukan di kampung-kampung, seperti di pos ronda contohnya. Masyarakat berkumpul, mengobrol sambil menanti datangnya pagi.

 


Tagged with : kalender jawa