Posted by keratonJava@gmail.com, 11 May 2014

Berikut ini adalah penjelasan algoritma untuk menghitung Kalender Hijriah.

Penetapan penanggalan Hijriah dapat dilakukan dengan melihat penampakan bulan baru pada saat terbenamnya matahari (hilal). Namun terdapat beberapa algoritma yang mampu memprediksi penanggalan tersebut secara matematika. Dalam program kalender Jawa, kami menggunakan sistem tabular. 

Sistem tabular memiliki prinsip yang sederhana : untuk setiap tahun terdapat 12 bulan, jumlah hari pada bulan ganjil adalah 30 sedangkan pada bulan genap adalah 29, terkecuali pada tahun lompat (leap year) dimana pada bulan ke dua belas (bulan terakhir) jumlah hari adalah 30. Algoritma yang digunakan untuk menentukan tahun lompat.

Sistem tabular

Terdapat 11 tahun lompat dalam siklus 30 tahun. Pattern Tahun-tahun ini berbeda-eda berdasarkan komunitas islam, berikut ini adalah beberapa pattern yang digunakan :

  1. 15 based           : 2, 5, 7, 10, 13, 15, 18, 21, 24, 26, 29
  2. 16 based           : 2, 5, 7, 10, 13, 16, 18, 21, 24, 26, 29
  3. Indian               : 2, 5, 8, 10, 13, 16, 18, 21, 24, 26, 29
  4. Habash al-Hasib : 2, 5, 8, 11, 13, 16, 18, 21, 24, 26, 30

Microsoft menggunakan 15 based pattern dan menamakannya Algoritma Kuwait, dan inilah yang digunakan dalam program Kalender Jawa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tagged with : kalender hijriah