Posted by keratonJava@gmail.com, 11 May 2014

Kalender Hijriah digunakan oleh umat Islam untuk menentukan tanggal-tanggal yang berkaitan dengan ibadah. Seperti ibadah Haji dan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Di beberapa negara yang penduduknya adalah mayoritas islam kalender ini digunakan juga sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Berikut ini adalah ringkasan singkat mengenai kalender Hijriah. Termasuk didalamnya adalah : Sejarah dan sistem penamaannya.

Sistem kalender lunar

Apabila sistem kalender Masehi menggunakan sistem tata surya/peredaran matahari untuk menentukan waktu, maka kalender Hijriah menggunakan sistem lunar (atau bulan). Satu bulan dengan menggunakan sistem lunar adalah waktu yang digunakan oleh bulan untuk kembali kepada posisi awalnya (revolusi bulan). Sebagai pengingat terdapat empat fase bulan : Bulan baru, seperempat pertama, bulan purnama dan seperempat akhir. Bila menggunakan fase bulan ini maka, bulan di mulai dengan munculnya fase bulan baru (yang berarti juga berakhirnya sebuah bulan). Maka dari itu awal dari sebuah bulan bukanlah pagi hari namun pada petang hari (pada saat terbenamnya matahari). Hal ini juga menandai awal dari sebuah hari (berbeda dengan awal dari hari masehi yang dimulai pada pukul 00 waktu setempat).

Jumlah hari pada sebuah bulan dengan kalender Lunar berkisar antara 29 sampai 30 hari, hal ini menyebabkan satu tahun kalender Hijriah memiliki waktu 11 hari lebih pendek dari kalender Masehi.

Sejarah

Kalender lunar sebenarnya telah digunakan oleh bangsa Arab sebelum lahirnya Rasulullah Muhammad SAW. Namun pada saat itu belum ada penetapan tahun dengan menggunakan angka. Contohnya adalah Rasulullah SAW dalam sejarah lahir dalam tahun Gajah, karena pada waktu itu terjadi penyerbuan Ka'bah di Mekkah oleh pasukan Gajah yang dipimpin oleh Abrahah. Tanpa adanya penetapan tahun secara numerik, menyebabkan kebingungan dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu di jaman Kekhalifahan Umar bin Khatab RA ditentukan awal patokan penanggalan Islam. Selain itu pada zaman pra-Islam, terdapat adanya penambahan bulan dalam satu tahun (interkalasi) untuk mensinkronkan antara penanggalan matahari dan bulan. Pada zaman Nabi Muhammad, tepatnya setelah turunnya ayat 36-27 Surat At Taubah yang merumuskan bahwa bilangan bulan adalah 12. Maka interkalasi ini dihapuskan.

Pada tahun 638 M (17 H), Umar bin Khatab RA menetapkan bahwa penanggalan Islam dimulai pada tahun dimana Hijrahnya Nabi Muhamad dari Mekkah menuju Madinah. Walau begitu Tanggal 1 Muharam Tahun 1 bukanlah hari dimana Nabi Muhammah melakukan Hijriah, namun pada beberapa bulan selanjutnya.

Nama-nama Bulan dan Hari

Kalender Hijriah memiliki 12 bulan :

  1. Muharam
  2. Safar
  3. Rabiul Awal
  4. Rabiul Akhir
  5. Jumadil awal
  6. Jumadil akhir
  7. Rajab
  8. Syaban
  9. Ramadhan
  10. Syawal
  11. Dzulkaidah
  12. Dzuhijah

Dan nama-nama hari :

  1. Al-Ahad (minggu)
  2. AL-Itsnayn (senin)
  3. Ats-Tsalaatsa (selasa)
  4. Al-Arba'aa/ ar Raabi (Rabu)
  5. Al-Khamsatun (Kamis)
  6. Al-Jumu'ah (Jumat)
  7. As-Sabat (Sabtu)

 

 

 

 


Tagged with : kalender hijriah